di luar rencana

reda gaudiamo dan jubing kristianto – sesi sound check di patjarmerah kaget, pos bloc.

saya suka lupa bahwa fb (saya) sejak baru-baru ini secara otomatis menaruh apa yang saya tulis di fb di ig juga. termasuk tulisan dan video ini. sekalian saja saya unggah di blog ini. selain meramaikan, saya merasa apa yang terjadi cukup penting bagi saya untuk saya rekam melalui tulisan blog.

saat sadar bahwa tulisan juga terunggah di ig, saya memutuskan untuk membiarkannya tetap di situ. mungkin dia diperlukan. mungkin dia mau ada. dan mungkin video ini adalah ilustrasi paling tepat untuk menggambarkan hari. muncul ide untuk menulis takarir baru tentang hari itu.

jumat itu saya tidak terpikir untuk mengunjungi patjarmerah. mau ke bengkel, mau kerja, dan mau-mau lain.

sampai seorang teman lama menyapa dan mengajak untuk datang. saya tidak bisa dan tidak mau mengatakan tidak. di luar rencana, hadirlah saya di sana sejak sore hari.

sebelum itu, pagi dan siang berjalan sesuai perkiraan. kecuali dua hal yang di luar rencana. pertama, pekerjaan belum terselesaikan. untung masih untuk senin. kedua, sesampai di bengkel ban, baru teringat di sebelah ada kembang tahu enak. lumayan untuk buah tangan.

setiba di pos bloc, saya berencana duduk di salah satu warung kopinya. namun, karena saya mau menyerahkan buah tangan dulu, saya ke gudang. menyapa dan kelar—yang ada kembali saya duduk manis di belakang kasir cum iboek patjarmerah kesayangan semua umat.

selalu menyenangkan ada di situ, menyimak segala yang terjadi. senyum-senyum dan mengangguk-angguk (atau menggelengkan kepala) sendiri, sambil sesekali mengangkat alis.

saya angkat topi kepada tim patjarmerah yang tak lelah berkarya dan bermain. saya kagum pada semua patjarboekoe yang semangat hadir dan memilah-milih buku yang, jujur, banyak terasa asing di saya. (tapi aku mau lho belajar mengakrabi buku-bukumu (lagi)).

tadinya saya mau menulis kata ‘asyik’, tetapi barusan yang muncul adalah kata ‘bahagia.’ wah. bahagia.

di luar rencana, saya bisa tiga kali mendengar mbak reda dan mas jubing: pada saat sound check, saat berlatih di gudang patjarmerah, dan saat konser mininya sendiri. saya bersyukur bisa duduk (tepekur) menikmati lantunan suara dan musik mbak reda dan mas jubing.

saya lupa betapa bening musik dapat demikian melesap hingga relung hati. bahwa suara bukan perkara kuat-kuatan, tinggi-tinggian, vibrato, atau keahlian memainkannya. suara jernih penuh rasa dan keasyikan bisa lebih tajam merasuk ke hati.

di luar rencana, saya bertemu dengan beberapa orang yang menyenangkan. entah kapan terakhir kali saya merasa saya bisa asyik berbincang secara lepas bersama orang-orang yang baru (dan beberapa lama) saya kenal.

lalu ternyata hari itu tim patjarmerah perlu merespon kondisi dan ruang dan mengubah tata letak pasar mereka.

jadi, di luar rencana, saya tetap berada di sana untuk bantu-bantu semampu saya. teringat masa-masa ketika terlibat semua ini adalah bagian dari pekerjaan sehari-hari. asyik juga.

pada awal menulis takarir ini, saya memutuskan menggunakan kata-kata ‘di luar rencana.’ karena saya pikir itu tema hari jumat kemarin.

ternyata, ada beberapa kata dengan rasa setara yang berulang dalam tulisan ini: sudah lama, asyik, lepas, menyentuh hati, syukur, dan bahagia. sepertinya saya berjumpa ‘kawan’ yang sudah lama tak disapa. ternyata membahagiakan.

iya, bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s