cukup

sarapan nasi goreng dan teh panas di rumah mertua kakak. selalu menyenangkan.

salah satu ucapan ulang tahun beberapa purnama lalu yang melekat di saya adalah ucapan guru meditasi saya di bali usada. beliau menyampaikan serangkaian doa. salah satunya: semoga dicukupkan rezeki.

kata cukup dalam doa beliau membuat saya terhenyak. bukan berlimpah seperti yang disampaikan kebanyakan orang, tetapi “cukup”.

cukup dalam hal apapun memang takaran patut sesuai kebutuhan. cukup adalah benar cukup. lebih dari itu adalah lewah.

cukup mengajak kita untuk berhenti sejenak dan melihat apa yang kita punya, termasuk gerakan batin yang sedang menggelegak. karena cukup sering berkedok kurang, dan kurang bisa mengarah ke mau lagi dan lagi yang bisa membutakan batin.

memiliki rasa cukup atau menyadari kecukupan kita akan berimbas ke hal-hal lain. ia menghentikan keresahan dan membuat kita tenang. ia mengingatkan kita bahwa semua sudah diatur. menimbulkan rasa percaya dan syukur.

cukup juga bisa memunculkan rasa keberlimpahan. bukankah kalau kita diberikan kecukupan untuk melakukan semua hal yang perlu itu namanya berlimpah?

saat menyadari ini, kata cukup tidak lagi terasa sempit atau pas-pasan. ia memiliki makna lapang dan, bahkan, lewah.

jadi, mungkin doa pak guru sejatinya bukan agar rezeki saya dicukupkan, melainkan agar saya menyadari kecukupan (i.e. keberlimpahan) yang telah dan selalu saya miliki.

tidak terbayangkan betapa eloknya sikap batin dan keseharian mereka (baca: kita) yang menyadari hal ini. bukan semata ide atau teori belaka, tetapi benar-benar sadar dan tahu bahwa kita senantiasa telah tercukupi. alhamdulillaah.

terima kasih doa dan pesannya, pak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s